Talenta 56 | Inspirasi Tanpa Batas

Sabtu, 07 Januari 2012

Ungkapan Kasih Sayang pada Anak

Pemberian kasih sayang amatlah penting bagi perkembangan anak. Rasa kasih sayang yang dicurahkan oleh orang-orang di sekeliling anak merupakan dasar pembentukan watak si anak kelak. Ungkapan kasih sayang secara verbal bukanlah hal yang boleh diremehkan. Namun bukan hal yang mustahil bila orang tua tidak terbiasa mengungkapkan rasa kasih sayangnya. Rasulullah SAW sebagai qudwah kita yang utama amat lembut terhadap anak-anak. Adalah Rasulullah SAW adalah manusia yang paling sayang terhadap anak-anak dan keluarga. (HR.Ibnu Asakir)

Ungkapan Verbal
Bisa saja seorang anak tidak menyadari limpahan kasih sayang kedua orangtuanya karena hal ini tidak pernah dikatakan secara terus terang. Sebagai contoh bisa kita simak kasus berikut ini:

Seorang anak yang sembrono menyebrangi jalan raya bersama ibunya. Karena khawatir si Ibu berusaha menggandeng anaknya, namun demikian si anak terus meronta dan ingin cepat-cepat sampai di seberang jalan. Kemudian terjadilah apa yang dikhawatirkan si Ibu. Sebuah mobil dari arah kanan datang dengan tiba-tiba hampir saja menabrak si anak. Tentu saja perasaan yang paling dominan pada si Ibu adalah perasaan bersyukur dan bahagia melihat anaknya tidak cedera sedikitpun. Namun demikian bukanlah ungkapan bahagia yang terlontar, sebaliknya si Ibu memarahi anaknya. Kemarahan Ibu dapat membekas dalam di hati anak apalagi bila disangkutkan dengan momen yang mengejutkan seperti itu. Tidak mustahil bila si anak akhirnya mempunyai image yang buruk terhadap sang ibu, “Oh, Ibuku ternyata galak ya !”, padahal si Ibu sayang terhadap anaknya.

Bukankah lebih baik bila si Ibu mengatakan, “Nak… Ibu sangat bahagia ternyata engkau tidak cedera sedikitpun, makanya Ibu dari tadi mengkhawatirkanmu, tapi kamu tidak mau Ibu gandeng.” Dengan ungkapan seperti ini si anak akan sadar betapa ibunya sayang terhadapnya. Dengan demikian jalinan kasih sayang anak dan Ibu semakin erat dan si anak akan segera menyadari kesalahannya.

Rasulullah SAW mencontohkan kita untuk mengungkapkan rasa kasih sayang secara terus terang.

Suatu ketika Abdullah bin Sarjas ra. berkata kepada Rasulullah:
“Aku mencintai Abu Dzar”.
“Apa sudah kau kabarkan kepadanya ?”, tanya Rasulullah.
“Belum”.
Lalu Rasulullah memerintahkan agar ia memberitahukan kecintaannya itu kepada Abu Dzar.
“Wahai Abu Dzar, aku mencintaimu karena Allah,” ucap Abdullah.
“Semoga Allah mencintaimu, yang engkau cintai aku karenanya,” balas Abu Dzar.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan memberi pahala bagi siapa yang mengatakan perkataan itu.”

Mencium anak
Ciuman sebagai ungkapan kasih sayang merupakan sunah Rasulullah Saw. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah ra.”Telah datang beberapa orang dari dusun kepada Rasulullah SAW., mereka berkata: ” Apakah kalian menciumi anak-anak kecil kalian?” Rasul menjawab: „Ya.” Mereka berkata lagi: “Namun kami, demi Allah tidak pernah mencium.” Rasul menjawab: “Apa daya diriku, jika Allah mencabut rasa kasih sayang dari hati kalian.”

Dari Abu Hurairah ra. berkata: “Nabi SAW. mencium al-Hasan bin Ali. Maka berkata al-’Aqra’ bin Habis: “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, tak seorang pun di antara mereka yang aku cium”. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak mengasihsayangi, ia tidak akan dikasihsayangi.” ( HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis-hadis di atas dengan jelas mengajarkan kepada kita bahwa ciuman memiliki peranan penting dalam membangkitkan perasaan dan emosi anak, bahkan selain itu mampu meredakan perasaan amarahnya, dan menambah eratnya hubungan dan cinta dengan orang tuanya. Bagi anak, hal ini adalah suatu bukti rasa kasih sayang kedua orang tuanya. Seorang ibu atau bapak yang mencium anaknya membuktikan adanya perhatian terhadap anaknya. Janganlah segan-segan mengantarkan anak kita dengan ciuman manis di kening sebelum tidurnya. Hal ini akan menentramkannya ketika akan tidur.

Bercanda dan Bermain dengan Anak-anak Kecil
Dari Jabir ra. berkata:”Pernah kami bersama Rasulullah saw. kemudian kami diundang makan bersama. Tiba-tiba kami melihat Husain bermain di jalan bersama anak-anak kecil lain. Bersegeralah Nabi berada di depan sahabat-sahabatnya, kemudian beliau membentangkan tangannya, maka ia lari ke sana-kemari sehingga Rasulullah membuatnya tertawa, kemudian membawanya. Kemudian Rasul meletakkan salah satu tangannya di dagunya dan yang laindiletakkan di antara kepala dan kedua telinganya, dan Rasulullah pun merangkul dan menciumnya seraya bersabda: “Hasan dariku dan aku darinya, Allah akan mencintai orang yang dicintai oleh Hasan dan Husain, dua cucu dari cucunya. (HR. Bukhari dan Tirmidzi serta Hakim).

Meluangkan waktu bermain dan bercanda dengan anak adalah satu hal yang amat penting. Dengan demikian jalinan keakraban antara anak dan orang tua akan terjalin erat.

Suatu hal yang amat disayangkan apabila kita membiarkan anak kita bermain dengan teman-teman sebayanya tapi ternyata kita tidak dapat meluangkan waktu untuk bermain bersamanya. Maka jadilah si anak akrab dengan teman-teman lingkungannya. Padahal belum tentu lingkungannya itu islami.

Bagaimana kita dapat menanamkan nilai-nilai islami apabila kita tidak dapat akrab dengan anak-anak kita sendiri. Tugas bermain dan bercanda dengan anak bukan saja terletak pada pundak ibu, bahkan seorang ayah pun patut meluangkan waktunya untuk bermain dengan anak-anak.

Umar bin Khattab pernah berkata: “Seharusnya seorang ayah di tengah-tengah keluarganya berlaku kekanak-kanakkan, namun kalau dilihat dirinya sesungguhnya , maka ia adalah laki-laki yang ksatria. Demikianlah Akhlaq mulia Rasulullah saw. terhadap anak-anak yang patut kita contoh. Anak-anak adalah harapan kita, pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak amat tergantung pada rasa kasih sayang yang dicurahkan oleh orang-orang di sekelilingnya. Dalam hal ini yang paling berperan penting adalah kita sebagai orangtuanya, tempat kembali bagi anak untuk merasakan dekapan hangatnya rasa kasih sayang.

Disadur dari: Ishlah no.13Th II,1994/1415 (http://didalamcahaya.wordpress.com/)
Advertisement

Kasih Sayang Seorang Ayah

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" [Al Israa' , ayat 23 ] 
   "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."  [Al Israa' , ayat 24 ]

  1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
  2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
  3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
  4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.
  5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka, karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
  6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibu mu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
  7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.
  8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
  9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
  10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.
  11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.
  12. Ayah di dapur. Membuat masakan seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~.
  13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
  14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
  15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun terkadang dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
  16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.
  17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
  18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia akan tidak tidur semalaman menjagamu. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
  19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak
  20. mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
  21. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
  22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.
  23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.
  24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhan mu, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.
  25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
  26. Ayah akan berkata, tanyakan saja pada ibumu "Ketika ia ingin berkata tidak"
  27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.
  28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.
  29. Ayah mengatakan, "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"
  30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.
  31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.
  32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meninggalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
  33. Ayah tidak suka meneteskan air mata, bahkan ketika kamu lahir dan mendengar tangisan pertama mu, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya. (tapi sekali lagi ini bukan menangis!).
  34. Ketika kamu masih kecil, ia memelukmu untuk mengusir rasa takutmu, ketika kau bermimpi akan dibunuh monster.
  35. Tetapi seorang Ayah juga bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
  36. Ayah pernah berkata :" Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, Jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya".
  37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan:  "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".
  38. Dan untuk masa depan anak gadisnya Ayah berpesan :" Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk Ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu..."
  39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.
  40. Ayah bisa membuatmu percaya diri..., karena ia percaya padamu.
  41. Ayah mungkin bukan yang terbaik di banding Ayah orang lain, tetapi Ayah mati-matian berusaha memberi mu yang terbaik, dan melakukan yang terbaik, serta menyiapkan semua yang terbaik, untuk bekal dan masa depan mu nanti.
  42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cinta Nya, karena diapun mencintaimu karena cinta Nya.
Bagi kita yang masih beruntung memiliki seorang ayah.. Hendaknya kita bersyukur...

dari: http://www.semuabisnis.com/

Ibu, Kasih Sayangmu Sepanjang Masa

Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa,

Sepenggal lirik lagu di atas kiranya sangat cocok dalam mengambarkan kasih dan sayang seorang ibu kepada anaknya.Coba mari kita kembali merenung sejenak, sudah berapa tahun kita hidup di dunia ini dan sudah berapa banyak kita membalas tulus kasih seorang ibu?

Apakah kita hadir ke dunia ini begitu saja? Jawabannya tentu saja “tidak”. Ada sesosok pribadi yang telah rela mempertaruhkan nyawanya, sehingga kita bisa menghirup udara segar di bumi Allah yang elok ini. Yah, dialah “ibu”. Seorang wanita berjuta kasih. Lewat pengorbanan dan perjuangan beliau kita bisa mengecap manisnya madu kehidupan. Bukan hanya darah, tetesan air mata dan juga peluh kesakitan, namun juga untaian do’a dan harapan disenandungkan untuk kesejahteraan dan kebahagian kita, anaknya.

Jangan kita mengira kalau perjuangan dan pengorbanan itu dimulai hanya dari semenjak kita lahir saja. Perlu kita sadari bersama, bahwa pengorbanan dan perjuangan itu sudah dimulai jauh sebelum tangisan pertama kita terdengar. Ya sembilan bulan sebelum itu seorang ibu telah mengandung dan membawa kita kemana-mana dengan penuh cinta dan kasih sayang. Belum lagi ketika melahirkan kita, seorang ibu harus bersabung nyawa antara hidup dan mati. Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat luar biasa. Hanya wanita yang tangguh dan memiliki cinta kasih yang luar biasa yang mampu menjalani dan melewati itu semua. Cinta kasih itulah yang telah membuat seorang ibu mampu memikul beban yang luar biasa itu. Rasa itu jugalah  yang telah membuat ibu sanggup menahan penat, lelah dan berjuta rasa tidak nyaman yang mendera ketika mengandung dan melahirkan kita.

Hari itu kita telah dilahirkan. Kelahiran kita disambut dengan suka cita oleh orang yang ada di sekeliling kita. Sesosok manusia munggil nan lucu telah lahir dari rahim seorang wanita yang tangguh dan penuh kasih sayang−dialah ibu kita−.  Penat dan lelah serta rasa sakit seketika hilang ketika mendengar  tangisan pertama kita, anaknya yang kelak diharapkan akan membawa sejuta harapan dari beliau. Sesaat setelah, itu sang ibu segera memberikan ASI pertamanya kepada kita. Ketika itulah kita akan meresakan hangatnya aliran cinta dan kasih sayang dari seorang ibu yang tidak akan mungkin terbalas sampai kapanpun. Seiring dengan kelahiran kita, itu artinya perjuangan dan pengorbanan seorang ibu yang lebih berat akan segera dimulai kembali.

Waktu terus saja berjalan, kita telah tumbuh menjadi seorang bayi yang mungil dan lucu. Seorang ibu begitu telaten merawat kita dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus dan tak tergantikan. Ibu rela mengurangi waktu tidurnya demi kenyamanan tidur kita, anaknya terkasih. Seekor nyamukpun tidak direlakan oleh ibu untuk hinggap dan menggigit tubuh kita. Ketika kita menangis, ibu pun dengan sigap mencari sebab kenapa kita menangis. Apakah kerena lapar dan haus atau karena popok anaknya basah dan harus diganti?  Ah, sungguh luar biasa kasih sayangmu ibu.

Ibu adalah wanita yang hebat. Bahkan sangat hebat dan luar biasa. Tidak ada satu katapun yang pantas dan bisa untuk melukiskan kehebatan kasih sayang seorang ibu. Ibu adalah sosok pribadi yang pemberi. Seorang pemberi tanpa pambrih dan selalu diiringi dengan hangatnya kasih sayang.  Mulai dari do’a, pengorbanan yang tulus, tenaga, fikiran, waktu, harta benda dan juga air mata telah diberikan oleh seorang ibu kepada kita. Hanya satu harapan beliau, yaitu supaya kita−anak-anaknya− bisa bahagia dan hidup sejahtera. Sederhana bukan? Ya, tapi tidak dengan pengorbanan ibu untuk kita, pegorbanan beliau sungguh luar biasa. Kadang  agar kita bahagia, tidak jarang seorang ibu harus mengabaikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Ketika kita sudah memasuki usia sekolah dan baru saja belajar  untuk menulis dan membaca. Seorang ibu dengan begitu sabar dan penuh kasih sayang mendampingi kita dalam mengeja setiap huruf yang kita baca. Ibu  juga  dengan begitu telaten mengajarkan tangan kita untuk mengukir setiap goresan angka dan huruf di atas lembaran kertas putih. Hal itu terus berlangsung hingga kita pandai dan lancar membaca serta menulis.

Tidak terasa waktu begitu cepat berputar dan berlalu. Kita, bayi mungil nan lucu tadi telah tumbuh menjadi sesosok pribadi yang dewasa. Sekian tahun sudah berlalu semenjak tangisan pertama kita terdengar.  Selama itu pula kita telah dibesarkan  dan dididik dengan hangatnya sentuhan cinta dan kasih sayang dari seorang ibu. Bahkan sampai saat sekarang ini kita tetap saja merasakan hangatnya aliran kasih sayang ibu itu. Kasih saying yang tidak akan pernah habis sampai kapanpu. Kasih sayang seorang ibu kepada kita ibarat matahari yang tiada jemu menyinari hamparan bumi Allah ini. Mengingat begitu besarnya jasa dan kasih saying seorang ibu kepada kepada kita, rasanya tidak berlebihan Allah Tuhan Yang Maha Agung menganjar jasa beliau dengan meletakkan surga di bawah telapak kaki ibu. Agar kita tidak lupa dan durhaka kepada beliau.

Begitu besar cinta, kasih dan sayang seorang ibu kepada kita. Apakah masih ada alasan buat kita untuk melukai hatinya? Apakah masih ada alasan bagi kita untuk tidak membahagiakan beliau? Tanyalah hati kecil kita masing-masing, dan jawablah dengan jujur setulus hati.

Mulai hari ini mari kita berkomitmen untuk tidak akan melukai hati seorang ibu. Mulai saat ini mari kita berjanji untuk tidak akan membuat seorang ibu meneteskan air mata, akibat luka karena sayatan pisau perbuatan buruk kita. Mulai detik ini mari kita tingkatkan bakhti kita kepada ibu, orang yang telah melahirkan kita. Ketika beliau sudah tiadapun kita masih harus berbakti melalui do’a. Do’a seorang anak yang shaleh.

Ingatlah, Kasih ibu itu sepanjang jalan dan sepanjang masa,….
*Oleh: Heru Perdana Putra ──sebuah renungan──
dari: http://sosbud.kompasiana.com/2012/01/05/ibu-kasih-sayangmu-sepanjang-masa/


Bagaimana Menjaga Kesehatan ibu Hamil ?

Bagaimana Menjaga Kesehatan ibu Hamil - Pada hari ini, semoga informasi singkat tentang bagaimana sih cara menjaga seorang wanita baik itu adalah istri, kerabat atau saudara dari sobat artis semua yang sedang hamil agar dapat mencegah dari semua hal yang tidak di inginkan nantinya, sebab pada masa-masa kehamilan ini merupakan suatu keadaan yang menentukan masa depan dari cabang bayi kedepannya nanti, jadi jangan lewatkan berita tentang bagaimana menjaga kesehatan ibu hamil ya!

Bagaimana Menjaga Kesehatan ibu Hamil- Ibu Hamil Wajib Mandi teratur untuk mencegah sakit kulit. Gosok gigi secara teratur agar dapat mencegah sakit gigi dan gusi nantinya.
- Agar kesehatan ibu hamil selalu terjaga harus cukup istirahat berbaring sedikitnya 1 jam pada siang hari dan ingat untuk mengurangi kerja berat pada masa kehamilan.
- Dengan istirahat yang cukup akan memulihkan tenaga ibu hamil.

Boleh melakukan hubungan suami-istri?

- Untuk masalah ini lebih tepat lagi jika melakukan konsultasi kepada bidan atau dokter kandungan tentang hubungan suami-istri yang aman selama masa kehamilan.
- Pada masa hamil, Jangan merokok, menggunakan narkoba, minum jamu atau minum minuman keras. Minum obat sesuai dengan petunjuk dokter/bidan.
- Jika Merokok, minuman keras, narkoba, jamu, dan obat-obatan bisa mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan di masa kehamilan ini.

Baiklah, itu beberapa tips tentang menjaga kesehatan ibu hamil, jangan lupa juga pembaca setia berita artis membaca artikel tentang cara cepat hamil setelah keguguran serta alpokat baik di konsumsi saat hamil agar asupan gizi selama masa hamil selalu terjaga. 
http://artis-indo-hot.blogspot.com/2011/05/bagaimana-menjaga-kesehatan-ibu-hamil.html