Talenta 56 | Inspirasi Tanpa Batas

Tampilkan postingan dengan label Kabar Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kabar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

Hartono Bersaudara Masih Orang Terkaya Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati situasi perekonomian global bergejolak, nilai kekayaan orang kaya di Indonesia justru meningkat. Majalah Forbes menghitung, nilai kekayaan para triliuner Indonesia secara rata-rata meningkat 19 persen.

Forbes Rabu (23/11/2011) waktu setempat, merilis posisi orang terkaya Indonesia teratas masih dipegang oleh Hartono bersaudara. Selanjutnya, Susilo Wonowidjojo dan Eka Tjipta Widjaja. Nilai kekayaan ketiga orang tersebut mencapai 32,5 miliar dollar AS atau 38 persen dari total kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia.

Kekayaan Aburizal Bakrie justru melorot tajam. Kekayaan Aburizal diperkirakan melorot setelah menjual setengah dari sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Nilai kekayaan Ketua Umum Partai Golongan Karya ini melorot sebesar 57 persen menjadi 1,2 miliar dollar AS.

Dari 40 orang kaya ini, ada lima pendatang baru yakni Samin Tan. Lalu ada Achmad "Met" Hamami yang menjadi bos distributor alat berat Cartepillar dan Djoko Susanto, bekas mitra Putera Sampoerna.

Djoko adalah pemilik jaringan ritel Alfamart. Dia menduduki posisi 25 dengan nilai kekayaan sebesar 1,04 miliar dollar AS. (Edy Can/Kontan)

Daftar 40 Orang Terkaya Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.comMeskipun kondisi perekonomian global sedang gonjang-ganjing, perekonomian Indonesia masih tetap melaju. Hal itu tecermin dari meningkatnya produk domestik bruto Indonesia  hingga 70 persen dan pasar modal Indonesia juga naik 3 persen.

Hal tersebut, menurut Forbes, membantu meningkatkan total kekayaan 40 orang kaya Indonesia tahun ini hingga 19 persen menjadi 85,1 miliar dollar AS.

Gabungan total kekayaan tiga orang terkaya Indonesia, yakni Hartono bersaudara, Susilo Wonowidjojo, dan Eka Tjipta Widjaja, yang mencapai 32,5 miliar dollar AS, merepresentasikan 38 persen dari total gabungan kekayaan para miliuner Indonesia tersebut.
Berikut daftar 40 orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes Rabu (23/11/2011) waktu setempat:

1. R Budi dan Michael Hartono (14 miliar dollar AS)
2. Susilo Wonowidjojo (10 miliar dollar AS)
3. Eka Tjipta Widjaja (8 miliar dollar AS)
4. Low Tuck Kwong (3,7 miliar dollar AS)
5. Anthoni Salim (3,6 miliar dollar AS)
6. Sukanto Tanoto (2,8 miliar dollar AS)
7. Martua Sitorus (2,7 miliar dollar AS)
8. Peter Sondakh (2,6 miliar dollar AS)
9. Putera Sampoerna (2,4 miliar dollar AS)
10. Achmad Hamami (2,2 miliar dollar AS)
11. Chairul Tanjung (2,1 miliar dollar AS)
12. Boenjamin Setiawan (2 miliar dollar AS)
13. Sri Prakash Lohia (1,7 miliar dollar AS)
14. Murdaya Poo (1,5 miliar dollar AS)
15. Tahir (1,4 miliar dollar AS)
16. Edwin Soeryadjaya (1,35 miliar dollar AS)
17. Kiki Barki (1,3 miliar dollar AS)
18. Garibaldi Thohir (1,3 miliar dollar AS)
19. Sjamsul Nursalim (1,22 miliar dollar AS)
20. Ciliandra Fangiono (1,210 miliar dollar AS)
21. Eddy Wiliam Katuari (1,2 miliar dollar AS)
22. Hary Tanoesoedibjo (1,19 miliar dollar AS)
23. Kartini Muljadi (1,15 miliar dollar AS)
24. TP Rachmat (1,140 miliar dollar AS)
25. Djoko Susanto (1,040 miliar dollar AS)
26. Harjo Sutanto (1 miliar dollar AS)
27. Ciputra (950 juta dollar AS)
28. Samin Tan (940 juta dollar AS)
29. Benny Subianto (900 juta dollar AS)
30. Aburizal Bakrie (890 juta dollar AS)
31. Engki Wibowo dan Jenny Quantero (810 juta dollar AS)
32. Hashim Djojohadikusumo (790 juta dollar AS)
33. Soegiarto Adikoesoemo (770 juta dollar AS)
34. Kuncoro Wibowo (730 juta dollar AS)
35. Muhammad Aksa Mahmud (710 dollar dolar AS)
36. Husain Sjojonegoro (700 juta dollar AS)
37. Sandiaga Uno (660 juta dollar AS)
38. Mochtar Riady (650 juta dollar AS)
39. Triatma Haliman (640 juta dollar AS)
40. Handojo Santosa (630 juta dolar AS)

Kamis, 02 Juni 2011

Ilung S Enha Bedah Buku “Laduni Quotient” di Sumenep

rePublik Sastra (Forum Revitalisasi Publik Sastra), akan memprakarsai acara bedah buku Laduni Quotient (Model Kecerdasan Masa Depan), penulis Ilung S Enha,  seorang penulis asal Surabaya yang cukup  produktif dalam menulis dalam terbitan buku.

Laduni Quotient akan dipresentasikan langsung oleh penulisnya dihadapan audience di tiga tempat di Sumenep yang merupakan presentasi pertama dari beberapa tempat untuk wilayah Jawa Timur yang direncanakan.

Dikalangan aktifis Sumenep yang telah menjadi tradisi dalam presentasi karya-karya tulis, baik di komunitas-komunitas maupun lembaga pondok pesantren,  ternyata dari rencana bedah buku kali ini disambut antusias oleh sejumlah lembaga. Bahkan beberapa lembaga, khususnya Pondok Pesantren yang sempat menghubungi rePublik Sastra mengharap dilembaganya dapat dilaksanakan acara tersebut.

Ketiga lembaga yang telah disepakati sebagai bentuk kerjasama ini, yaitu :

1.   Pondok Pesantre Al-Amien Prenduan Sumenep, pada
Waktu  :   Jum’at , tanggal 10 Juni 2011, pukul 08.00

2.   Aula Kantor Badan Komunikasi dan Informasi (Bakominfo) Kabupaten Sumenep
Waktu  :   Sabtu , tanggal 11 Juni 2011, pukul 08.00

3.   Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyyah (STIA) Braji Gapura Sumenep
Waktu  :   Minggu, tanggal 12 Juni 2011, pukul 08.00

Dalam acara bedah buku ini, selain presentasi dari penulisnya, juga dihadirkan pembicara lainnya sebagai pembanding, sehingga nantinya akan terjadi dialog hangat dan menarik dalam memahami dan memaknai buku Laduni Quotient, yang selama ini persoalan kecerdasan (IQ, EQ maupun SQ) telah menjadi fenomena di kalangan masyarakat.

Dan tentu bagi peminat untuk menghadiri dan mengikuti acara bedah buku ini dapat menghubungi langsung ke pihak lembaga (kecuali di Bakominfo) yang bertepatan sebagai tempat pelaksanaan acara, atau hubungi rePublik Sastra melalui SMS 087860250200. (syaf)

Untuk menyimak resensi buku Laduni Quotient, dapat diakses melalui:



Senin, 14 Februari 2011

Kapolda Jawa Timur Anton Bahrul Alam Diganti

TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam, diganti oleh Brigadir Jenderal Pratiknyo, Jumat (30/10). "Serah terima jabatan dilakukan hari ini," ujar juru bicara kepolisian Ajun Komisaris Besar Polisi Hartoyo.
  
Menurut Hartoyo, Anton, selanjutnya sebagai staf ahli Kepala Polri. Acara perpisahan dijadwalkan 3 November di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Pratiknyo sebenarnya bukanlah orang baru di Jawa Timur. Sebelum menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen, setidaknya sempat menjadi Kepala Polwil Kediri yang kemudian membuatnya bisa duduk menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

Pratiknyo merupakan alumnus Akademi Kepolisian 1977 dikenal lama didunia intelijen. Sebelum menjadi Wakapolda Kaltim, dirinya juga sempat menduduki jabatan sebagai Dir B Iltelkam Mabes Polri.

Sedangkan Anton, selama menjabat Kapolda Jatim setidaknya membuat gebrakan religiusitas sehingga membuat Markas Polda tampil lebih bernuansa agamis dibandingkan sebelumnya.
Setiap sebelum adzan, pengeras suara di masjid Polda selalu memutar kalimat-kalimat asmaul husna, nama-nama Allah. Saat inipun, sejak dua bulan terakhir, puluhan penduduk sipil bersurban, berpakaian putih selutut dan berjenggot “ngekem” di masjid Polda. Di Polda, para pria bersurban ini terlihat selalu bergerombol dan berdiskusi mengenai agama mulai pagi hingga malam hari.

Tak hanya itu, anton juga mengharuskan beberapa personelnya untuk bergiliran mengaji Al-qur’an tiap pagi di ruangannya. Anton sendiri juga selalu rajin sholat jamaah diseluruh jadwal sholat. Untuk sholat ini, Anton juga selalu berganti masjid sehingga dirinya selama menjadi Kapolda Jatim selalu berpindah-pindah dari masjid ke Masjid untuk melakukan sholat berjamaah. Anton sendiri juga sering terlilhat bersurban ketika berada di Mapolda Jatim.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Pudji Astuti menuturkan sebelum digeser ke Mabes, Anton baru saja melakukan gebrakan dengan menggeser ratusan anggotanya untuk membantu penguatan polsek-polsek se Jatim.

“Setidaknya ada 641 anggota yang digeser ke polsek,” kata Pudji. Dari jumlah ini, 345 adalah anggota dari jajaran Polda Jatim, sedangkan sisanya adalah anggota dari polwil maupun polres yang ada.

Penggeseran personel yang terdiri dari Samapta, Brimob dan Denma ini dilakukan untuk memberikan penguatan personel di bidang pelayanan di seluruh polsek yang ada. Akibat pergeseran sendiri, Polsek di jajaran Polwil Surabaya setidaknya ketambahan 127 personel, Malang 62 personel, Besuki 84 Perseonel, Kediri 128, Madiun 77, Bojonegoro 114, dan Madura 47 personel.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Tembak di Tempat Bila Pengunjung Sidang Ba'asyir Rusuh

  Andri Haryanto - detikNews
  
Jakarta - Polisi tidak mau kecolongan terjadinya hal yang tidak diinginkan pada sidang kasus terorisme dengan terdakwa Abu Bakar Ba'asyir. Pengunjung yang membahayakan nyawa orang lain akan diberi tembakan peringatan 4 kali.

"Untuk melakukan protap 1 bertahap. Awalnya kita berikan peringatan lisan. Kalau sudah mengancam nyawa orang, lalu ada tembakan peringatan 4 kali," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar di sela-sela sidang Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (14/2/2011).

Menurut Baharudin, setelah diberi tembakan peringatan, pihaknya akan memberikan tembakan peluru karet untuk melumpuhkan pengunjung yang rusuh itu. Namun sekali lagi, hal itu jika pengunjung mengganggu jalannya sidang.

Baharudin membeberkan, personel Kepolisian yang berjaga sekitar 2.250 hingga 2.500 personel. Pola pengamanannya dibagi dalam 5 ring. Ring 1 personel ditempatkan dalam ruang sidang, ring 2 personel ditempatkan di luar ruang sidang, ring 3 personel ditempatkan di halaman pengadilan, ring 4 personel ditempatkan di luar gedung pengadilan dan ring 5 personel ditempatkan di beberapa titik di Jalan Ampera Raya.

Para pengunjung, lanjut Baharudin juga diperiksa dengan ketat. Namun hanya beberapa pengunjung yang boleh mengikuti persidangan.

"Semua pengunjung boleh datang tapi karena tempat terbatas jadi hanya berapa orang saja yang boleh mengikuti persidangan," katanya.
(nik/nrl)

Ba'asyir Terancam Hukuman Mati

Febrina Ayu Scottiati - detikNews

Jakarta - 15 Orang yang tergabung dalam tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah selesai membacakan berkas dakwaan pada Abu Bakar Ba'asyir. Ba'asyir sebagai terdakwa dalam kasus terorisme itu terancam hukuman mati.

Dalam dakwaannya, Ba'asyir didakwakan dengan 7 pasal. "Untuk dakwaan primer terdakwa dikenakan pasal 14 jucto pasal 9 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme," ujar salah seorang JPU.

Hal itu disampaikan dia saat membacakan dakwaan untuk Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2011).

Ancaman hukuman dalam pasal 14 jucto pasal 9 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sedangkan untuk dakwaan subsider, Ba'asyir dijerat pasal 14 jucto pasal 7, lebih subsider pasal 14 jucto pasal 11, lebih lebih subsider pasal 15 jucto pasal 9, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 7, ke bawahnya lagi pasal 15 jucto pasal 11, terakhir pasal 13 huruf a dengan ancaman hukuman 3 tahun sampai 15 tahun penjara.

Sayangnya, dari 90 halaman berkas dakwaan tersebut, Ba'asyir mengaku tidak mengerti apa isi dakwaan tersebut.

Usai jaksa membacakan dakwaannya, Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro bertanya pada Ba'asyir apakah dakwaan yang disampaikan jaksa sudah cukup jelas. Ba'asyir tidak langsung menjawab. Dia memilih berdiskusi sekitar dua menit dengan tim kuasa hukumnya.

"Saya tidak mengerti apa yang didakwakan, apa yang disampaikan saya tidak paham," kata Ba'asyir.

Sontak jawaban Ba'asyir tersebut membuat pendukungnya memekikkan takbir. "Itu fitnah, Allahu Akbar," ujar pendukungnya. Jaksa akhirnya mengulang kembali isi dakwaan dengan singkat.

(lia/vit)

Rabu, 09 Februari 2011

Pemuda Muhammadiyah: Usut Penyerang Ahmadiyah

"Kelalaian pemerintah dalam menghukum para pelaku akan menjadi preseden buruk."

VIVAnews - Pemuda Muhammadiyah mengutuk penyerangan berdarah terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada Minggu 6 Februari 2011 kemarin. Aksi brutal itu menewaskan tiga orang dan membuat enam lainnya luka parah. Pemuda Muhammadiyah meminta pemerintah segera menangkap, mengadili, dan menghukum para pelakunya.

"Tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa tiga jemaah Ahmadiyah tersebut tidak saja melanggar hukum yang berlaku, tapi juga lebih jauh dari itu telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia," kata Pemuda Muhammadiyah dalam siaran persnya, Senin, 7 Februari 2011.

Dalam pernyataan yang diteken Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay itu, disebutkan bahwa jemaah Ahmadiyah adalah warga negara Indonesia yang juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan. Pemerintah tidak boleh mengabaikan atau menganggap remeh tindakan kriminal atas mereka.

"Kelalaian Pemerintah dalam menghukum para pelaku akan menjadi preseden buruk dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia," Saleh menegaskan.

Pemuda Muhammadiyah mengimbau umat Islam supaya jangan mudah terpancing melakukan aksi kekerasan. Agama Islam, kata Saleh, sesungguhnya adalah agama yang cinta damai dan menentang sikap yang didasarkan kebencian dan amarah.

Kemarin, sejumlah menteri terkait menggelar rapat mendadak untuk merespons tragedi berdarah ini. Rapat diikuti Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Jaksa Agung Basrief Arief.

"Tindakan anarkis oleh siapapun terhadap sesama warga negara Indonesia tidak bisa dibenarkan. Apapun alasan yang melatarbelakanginya," kata Menteri Djoko. (kd)
• VIVAnews

DPR Undang Menag & Kapolri Bahas Ahmadiyah




 "Kami harus cek sejauh mana forum kerukunan agama mampu membangun komunikasi."

VIVAnews - Komisi VIII DPR yang mengawasi sektor keagamaan akan mengundang Menteri Agama, Suryadharma Ali, dan Kapolri, Jenderal Timur Pradopo, untuk membahas insiden kekerasan yang lagi-lagi menimpa jemaah Ahmadiyah. Bentrok Ahmadiyah yang terjadi Minggu 6 Februari 2011 menewaskan tiga orang.

"Sekitar tanggal 9 Febuari ini kami akan mendiskusikan langkah-langkah yang harus diambil dalam rangka menyelesaikan masalah kekerasan terhadap Ahmadiyah," kata Ketua Komisi VIII, Abdul Kadir Karding, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 7 Februari 2011.

Politisi PKB itu menekankan insiden serupa tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari. Terlebih, insiden terakhir di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, sampai mengakibatkan tiga jemaah Ahmadiyah tewas. Oleh karena itu, ujar Karding, efektivitas implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) di lapangan harus ditinjau kembali.

"SKB belum tentu efektif. Kami harus cek sejauh mana forum kerukunan agama di masing-masing kabupaten mampu membangun komunikasi dan dialog," jelas Karding.
Selain itu, menurut Karding, penegakan hukum terkait kekerasan beragama juga harus benar-benar diterapkan. "Cara berpikir juga harus dibenahi," tegas Karding.
Ia menyatakan, semua kalangan tidak boleh diberi ruang untuk merasa paling benar. Untuk itu, kata Karding, cara persuasif harus dikedepankan oleh pemerintah guna mengubah pola pikir sebagian masyarakat yang masih merasa benar sendiri.

DPR juga akan mendorong percepatan pembahasan RUU Kerukunan Umat Beragama untuk mengantisipasi terulangnya bentrokan serupa di kemudian hari. RUU tersebut diharapkan memuat langkah-langkah komprehensif dan akomodatif untuk membangun dialog dan komunikasi antaragama, termasuk langkah-langkah yang dilakukan pemerintah apabila terjadi kekerasan pemerintah.

Karding mengaku, RUU Kerukunan Umat Beragama belum dibahas oleh DPR dan pemerintah. "Tapi saya rasa RUU itu sudah masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Jadi DPR akan mendorong pembahasannya," tutup Karding.

Warga Ahmadiyah Ditelanjangi, Lalu Dirajam

 Massa yang membawa berbagai senjata tajam menyerang secara brutal. Tiga tewas.

VIVAnews - Tiga warga Ahmadiyah tewas mengenaskan setelah bentrok dengan warga Kampung Umbulan, Desa Dalung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Enam lainnya terluka parah di sekujur tubuh.

Juru Bicara Ahmadiyah, Zafrullah A. Pontoh, menjelaskan satu hari sebelum penyerangan, seorang warga Ahmadiyah, Suparman, sempat dibawa petugas Polres Pandeglang. "Alasannya ingin meminta keterangan Suparman terkait status imigrasi istrinya yang warga negara Filipina," kata Zafrullah di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin, 7 Februari 2011.

Saat itu, Suparman ditemani sejumlah warga Ahmadiyah. Sebagian lain, menjaga rumahnya.

Sehari setelah Suparman dibawa ke Markas Polres Pandeglang, Zafrullah melanjutkan, 18 warga Ahmadiyah yang mayoritas terdiri dari orang tua dan anak-anak, datang ke rumah Suparman pada pukul 08.00 WIB. Mereka berasal dari Jakarta dan Cikeusik.

Saat itu, enam petugas polisi dari reserse kriminal mendatangi rumah Suparman. Sekitar pukul 09.00, jumlah polisi semakin banyak. "Mereka terlihat makan-makan dan mengobrol di sekitar lokasi," Zafrullah menjelaskan.

Menurutnya, ketika itu sempat terjadi dialog antara polisi dan warga Ahmadiyah. "Polisi meminta mereka (warga Ahmadiyah) meninggalkan lokasi dan tidak melawan jika diserang. Namun, permintaan itu (meninggalkan lokasi) ditolak warga Ahmadiyah," kata Zafrullah.

Usai berdialog, polisi meninggalkan lokasi setelah salah seorang anggotanya menerima telepon dari seseorang. Tak jelas siapa. Sejak saat itu, tidak ada dialog lagi antara aparat dan jemaah Ahmadiyah. Di rumah Suparman, masih berkumpul 21 warga Ahmadiyah.

Sekitar pukul 10.00, tiba-tiba datang sejumlah massa dari arah utara. Mereka berteriak sambil mengacungkan golok dan senjata tajam lainnya.
"Ahmadiyah hanguskan! Ahmadiyah bubarkan! Polisi menyingkir, kami yang berkuasa!!!" Zafrullah menirukan teriakan beringas para penyerang. "Polisi yang ada di sekitar lokasi hanya mendiamkan saja saat penyerang mendekati rumah Parman."

Saat itu pula, warga Ahmadiyah yang ada di dalam rumah langsung keluar. "Massa sempat mundur saat warga Ahmadiyah keluar. Namun, saat itu pula datang gelombang massa dari arah belakang. Intensitas serangan massa kepada warga Ahmadiyah menjadi semakin memuncak. Saat itu ada sekitar 1.500 orang yang menyerang," Zafrullah menerangkan.

Massa yang membawa berbagai senjata tajam seperti golok, pedang, dan tombak, menyerang secara brutal. "Mereka mengejar warga Ahmadiyah. Yang tertangkap ditelanjangi, kemudian dipukuli secara brutal beramai-ramai," kata Zafrullah. "Batu juga digunakan untuk memukuli korban hingga tewas."

Saat itu ada empat warga Ahmadiyah yang sempat tertangkap. Namun, satu orang berhasil kabur dari kepungan massa, meski kemudian menderita luka sangat parah. "Tiga warga Ahmadiyah tewas di lokasi," jelasnya. Mereka adalah Roni (34 tahun, dari Jakarta Utara), Adi Mulyadi (24, warga Cikeusik), dan Tarno (33, warga Cikeusik).
Sejumlah warga Ahmadiyah lain terluka parah disabet senjata tajam. "Sebagian tubuh mereka penuh dengan sayatan golok, wajah rusak, dan luka lebam," kata Zafrullah. (umi)

Selasa, 18 Januari 2011

Blackberry Janji Penuhi Tuntutan Menkominfo



Pengelola jaringan layanan telepon genggam Blackberry asal Kanada, Research in Motion RIM, menyatakan akan segera menyaring konten pornografi dalam layanan telpon pintar mereka, seperti tuntutan pemerintah Indonesia.

 Komitmen itu dinyatakan wakil Research in Motion RIM dalam pertemuan dengan para pejabat kementerian Komunikasi. Direktur pelaksana RIM kawasan Asia Tenggara Gregory Wade, mengatakan, "Kami sangat memahami persyaratan yang diminta oleh kementerian, dan kami berkomitmen penuh, demi kepentingan rakyat Indonesia dan pasar Indonesia untuk menyediakan solusi yang bisa memenuhi persyaratan yang diajukan oleh kementerian dan pemerintah Indonesia. Saya rasa pertemuan hari ini adalah sebuah kunci penting untuk mencari solusi terutama terkait dengan penyaringan data bersama enam operator yang bekerja sama dan mendukung pelayanan Blackberry di Indonesia, dan kami akan menjalankannya bersama."
Selain janji memblokir situs porno, menurut Menkominfo Tifatul Sembiring, dalam pertemuan itu, wakil RIM juga berkomitmen untuk memenuhi sejumlah persyaratan diminta pemerintah Indonesia.  Antara lain memberi akses penegak hukum untuk proses penyadapan dan membuka pusat layanannya di Indonesia untuk memudahkan pelayanan pelanggan.

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna BlackBerry terbanyak di dunia. Di Indonesia terdapat sekitar dua juta pengguna Blackberry yang diperkirakan menguntungkan RIM sedikitnya 2 triliun Rupiah karena bebas fasilitas pajak. Namun Menkominfo Tifatul Sembiring menampik rumor yang mengaitkan,  upaya pemerintah Indonesia mempersulit RIM karena tidak mendapat keuntungan dari perusahaan asal Kanada tersebut.

Lebih jauh, menteri dari Partai Keadilan Sejahtera PKS itu  menegaskan, pihaknya tidak akan berkompromi dan akan segera memblokir layanan Blackberry jika sampai 21 Januari nanti pihak RIM belum memblokir layanan pornografi dalam layanan mereka.

Selain Indonesia, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan India juga pernah bermasalah dengan RIM karena sejumlah alasan, seperti keamanan nasional karena server data layanan posel  pintar tersebut tidak berada di negara penggunan melainkan hanya berada di negara asal.

Zaki Amrullah
Editor: Ayu Purwaningsih

Sumber : http://www.dw-world.de/

Sabtu, 18 Desember 2010

Situs Kraton Bangkalan akan Dijual

Bangkalan (ANTARA News) - Sebuah bangunan yang diduga situs kraton di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akan dijual oleh pemilik hak guna bangunan (HGB), Hansye Woing.

"Kabarnya begitu, ada seseorang ke sini mengabarkan jika rumah ini akan dijual. Dan para penghuninya disuruh pindah sesegera mungkin," kata salah seorang penghuni bangunan itu, Nyonya Imron, Rabu.

Ny Imron mengatakan, dirinya sudah mendengar kabar jika rumah tersebut hendak dijual. Namun, ia tidak tahu kenapa rumah hendak dijual.

Selama ini bangunan kuno tersebut ditempati sebagai asrama anggota polisi. Bangunan yang berbentuk kraton itu dihuni enam keluarga, empat keluarlga diantaranya masih aktif menjadi anggota polisi.

Menurut Lurah Kemayoran, Evy Aisya Andriyani, bangunan tersebut memang merupakan situs kraton Bangkalan.

Semestinya, kata dia, situs kraton tersebut diselamatkan, karena merupakan peninggalan masa lalu dan memiliki nilai-nilai sejarah.

Hansyen sendiri, kata dia, sebenarnya bukan pemilik dari bangunan kuno tersebut, melainkan hanya sebagai hak guna.

"Itupun kepemilikannya sudah berakhir pada tahun 80-an. Situs kraton Bangkalan ini tidak boleh dijual tapi harus dilestarikan," katanya menambahkan.

Sebagian bangunan kuno itu, kini tidak terlihat utuh lagi. Bahkan, bangunan yang merupakan tempat istri selir yang terletak di sebelah barat situs kraton oleh Hansyen (orang yang mengaku sebagai pemilik) telah disertifikasi dan dibongkar.

Kondisi bangunan kuno yang di dalamnya terdapat situs kraton Bangkalan ini memang telah tidak layak huni. Atap bangunan sudah rusak dan sebagian sudah bocor.

Kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, tiang yang terbuat dari tembaga dalam bangunan ditawar senilai Rp90 juta. Adapun tiang yang terbuat dari tembaga berjumlah empat buah.

Tidak hanya itu, ada empat tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati konon telah ditawar dengan harga sangat menggiurkan, yakni Rp135 juta lebih.

Lurah Kemayonan Evy Aisya Andriyani, pihaknya akan secepatnya menginformasikan penjualan situs bangunan kraton Bangkalan ini ke pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Apalagi, Hansye Woing (Hansen) yang selama ini disebut-sebut sebagai pemilik hanyalah memiliki hak guna saja, bukan pemilik sah.

(ANT/S026)
Sumber:  http://m.antaranews.com

Seniman Tato Yogyakarta Dukung Penetapan Gubernur

Yogyakarta (ANTARA News) - Seniman tato Yogyakarta akan menggalang `Solidaritas seniman tato Indonesia untuk keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta` di kompleks Benteng Vredeburg, Minggu 19 Desember 2010.

"Sebanyak 10 orang seniman tato dari dan luar Yogyakarta akan unjuk kebolehan membuat karya tato bergambar lambang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Puro Pakualaman," kata Pimpinan Java Tato Club Indonesia Athonk Sapto Raharjo, di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan sebagai bagian dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kini sedang memperjuangkan penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakilnya, seniman tato Yogyakarta terpanggil untuk ikut mendukung penetapan tersebut.

"Seniman-seniman tato itu mencintai Yogyakarta, dan merasa menjadi bagian dari `organ tubuh` daerah istimewa ini," katanya.

Oleh karena itu, kata dia ketika ada `organ tubuh` Yogyakarta merasa disakiti, maka `organ` lain juga akan merasakan sakitnya.

"Karena tersakiti itulah mereka melakukan reaksi sebagai respon atas aksi pemerintah yang dirasa melukai keistimewaan DIY," katanya.

Menurut dia, seniman-seniman tato yang akan beraksi pada 19 Desember itu, menuntut penetapan Sultan yang merupakan ciri utama keistimewaan DIY.

"Ciri tersebut sudah melekat dan tidak dapat diganggu gugat. Selama ini kami merasa diayomi oleh Sultan sebagai raja maupun gubernur, sehingga kami bebas berekspresi dan berkesenian," katanya.

Ia mengatakan selain seniman tato asal Yogyakarta, aksi tersebut juga diikuti seniman asal luar Yogyakarta, di antaranya dari Salatiga dan Semarang.

Java Tato Club sendiri didirikan oleh Athok dan rekan-rekannya pada 1997 di Yogyakarta, hingga saat ini anggotanya telah tersebar di beberapa kota di Indonesia.(*)

(ANT-158/B/M008R009)
sUMBER:  http://m.antaranews.com

Bekas Kraton Bangkalan Jadi Milik Pribadi

Bangkalan (ANTARA News) - Bekas Kraton Bangkalan, di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kini diklaim sebagai milik pribadi warga bernama Hansyen Woing.

"Itu sudah menjadi milik pribadi saya, dan saya telah mengantongi sertifikatnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan yang dikeluarkan 2010 ini," kata Hansyen, Jumat.

Menurut dia, bekas Kraton Bangkalan di areal seluas 1 hektare lebih itu, merupakan warisan dari orang tuanya dan sudah diukur sejak 1925 lalu. "Namun sertifikatnya baru rampung sekarang ini," ujarnya.

Ia menuturkan, dulu, bangunan itu ditempati sebagai asrama pejabat di Kabupaten Bangkalan. Namun karena ayahnya kasihan pada orang yang tidak punya rumah, akhirnya, rumah itu disuruh tempatinya secara cuma-cuma.

Menurut Hansyen, bangunan kuno tidak pernah direnovasi dan tidak terurus. Baik oleh dirinya maupun dari penghuni bangunan kuno tersebut. Akibatnya, kondisi bangunan sangat memprihatinkan.

Saat ini, warga keturunan China yang mengklaim sebagai pemilik bekas Kraton Bangkalan tersebut, berencana akan menjual bangunan itu dengan alasan khawatir ambruk karena tidak terawat.

Warga yang tinggal di bangunan tersebut, diminta segera mengosongkan rumah tersebut.

Tapi rencana Hansyen ini ditentang oleh sejumlah warga di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, termasuk Lurah Kraton, Evi Aisya Andriyani.

Sebab menurut warga dan Lurah Kraton, bekas Kraton Bangkalan yang diklaim milik pribadi Hansyen Woing, merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan.

Bahkan warga meminta sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan ditinjau ulang.

Evi Aisya Andriyani menyatakan, pihaknya tidak menemukan data di kantor kelurahan, jika bekas Kraton Bangkalan itu merupakan milik perorangan, apalagi di dalam bangunan itu banyak terdapat benda-benda kuno yang merupakan peninggalan Kraton Bangkalan.

"Di persil juga ngak ada, jika bangunan tersebut milik perseorangan. Berarti milik negara dan tidak boleh dijual. Namun, harus dilestarikan," kata Evi, menegaskan.

Sebagian bangunan kuno itu, kini tidak terlihat utuh lagi. Bahkan, bangunan yang merupakan tempat istri selir yang terletak di sebelah barat situs kraton oleh Hansyen (orang yang mengaku sebagai pemilik) telah disertifikasi dan dibongkar.

Kondisi bangunan kuno yang di dalamnya terdapat situs Kraton Bangkalan ini memang telah tidak layak huni. Atap bangunan sudah rusak dan sebagian sudah bocor.

Kabar yang berkembang di masyarakat sekitar, tiang yang terbuat dari tembaga dalam bangunan ditawar senilai Rp90 juta. Adapun tiang yang terbuat dari tembaga berjumlah empat unit.

Tidak hanya itu, ada empat tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati konon telah ditawar dengan harga sangat menggiurkan, yakni Rp135 juta lebih.

Lurah Kemayonan Evi Aisya Andriyani mengatakan, pihaknya akan secepatnya menginformasikan penjualan situs bangunan Kraton Bangkalan ini ke pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Apalagi, Hansye Woing (Hansen) yang selama ini disebut-sebut sebagai pemilik hanyalah memiliki hak guna saja, bukan pemilik sah. (*)(T.KR-ZIZ/C004/R009)
Sumber:  http://m.antaranews.com

Kamis, 16 Desember 2010

Siang Ini, Mahfud MD Lapor Ke KPK

Laporan: Sugeng Triono

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, akan melaporkan masalah dugaan adanya suap di MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pukul 14.00 WIB siang ini (Jumat, 10/12).

"Ini bukan urusan sama Refly. Seperti saya katakan kemarin bahwa kami percaya terhadap temuan-temuan tim investigasi, karena tim dibentuk oleh orang-orang yang kredibel. Jadi sikap MK atas temuan tim tersebut menyetujui kasus ini diproses secara hukum dan diteruskan ke penyidik dan penyelidik," kata Mahfud MD, kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta (Jumat, 10/12) .

Menurut Mahfud MD, yang dilaporkan MK ke KPK bukan Refli Harun.

"Yang MK laporkan bukan Refli Harun Cs, tapi adanya upaya untuk mencoba melakukan penyuapan terhadap hakim MK," jelas Mahfud.[yan]

Sumber : http://www.rakyatmerdeka.co.id/

JAKARTA: Mendagri Gamawan Fauzi mendapat kritikan keras dari anggota Fraksi PDIP Aria Bima sebab dianggap terlalu latah dalam merespons dinamika yang terjadi di Yogyakarta yang justru malah semakin memperkeruh kebatinan masyarakat Yogyakarta.

"Pernyataan Anda yang mengatakan sidang rakyat hanya diikuti sebagian kecil rakyat Yogyakarta menunjukkan ketidakmampuan Anda melihat persoalan secara menyeluruh," interupsinya dalam sidang Paripurna, hari ini.

Menurut Aria, sikap Mendagri yang tidak menghargai sidang DPRD tersebut tidak menunjukkan sikap seorang negarawan. "Saya minta menteri lebih bijaksana dan tidak pendek akal, itu penting," tambahnya.

Sementara itu, Mendagri yang meminta waktu untuk memberi tanggapan terkait pernyataan anggota Komisi VI ini tidak diberi kesempatan oleh pimpinan sidang Pramono Anung. "Forum ini hanya membacakan atas laporan yang disampaikan Komisi II tentang RUU Parpol. Jadi kami persilakan saudara menteri untuk menyampaikan yang berkaitan dengan bahasan tersebut," ujarnya.

Raut kekecewaan pun muncul dari pernyataan Mendagri atas respons pimpinan sidang. Menurutnya, sebagai negara demokrasi seharusnya dia diberi kesempatan untuk memberi tanggapan. "Kalau saya tidak boleh menyampaikan pernyataan, ini berarti ada diskriminasi."

Menurut Pramono, sebagai perwakilan Presiden, mendagri hanya diberi waktu untuk menyampaikan atas nama Presiden mengenai RUU tentang perubahan atas UU No.2 tahun 2008 tentang Partai Politik.

"Kalau mau klarifikasi, silakan Mendagri menyampaikan dalam forum lain, Paripurna hanya mengesahkan UU Partai Politik." (tw)

Sumber : http://www.bisnis.com/

Timnas Menang Cukup Realistis

INILAH.COM, Jakarta – Perjalanan Indonesia dan Malaysia di Piala AFF sejak 1996 cukup menggambarkan kekuatan keduanya, jelang laga malam ini (1/12/2010), di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Seperti diketahui, dua negara serumpun tersebut tergabung dalam Grup A Piala AFF 2010 bersama Thailand dan Laos. Dari segi prestasi, Malaysia yang berjuluk Malaian Tiger baru sekali masuk final, yaitu pada 1996 atau pertama kali ajang ini digelar. Saat itu namanya masih Piala Tiger. Di partai puncak, mereka dikalahkan Thailand 1-0.
Hanya itu pencapaian terbaik Malaysia di kompetisi antar negara Asean ini, bahkan saat jadi tuan rumah pada 2004 (bersama Vietnam), mereka hanya mampu finis ketiga setelah menundukkan Myanmar 2-1.
Pencapaian Indonesia di Piala AFF lebih baik. Tiga kali jadi runners-up, masing-masing 2000, 2002, dan 2004, sedang finis ketiga dua kali.
Pada final sepuluh tahun lalu, Merah Putih harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 4-1. satu-satunya gol Indonesia saat itu dicetak Uston Nawawi. Ketika itu, stirker Gendut Doni Christiawan sukses jadi top skor dengan lima gol bersama pemain Thailand, Worrawot Srimaka.
Dua tahun berselang, Thailand kembali jadi mimpi buruk Indonesia, di partai puncak kalah adu penalti setelah imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Saat itu Bambang Pamungkas menggondol golden boot dengan delapan gol.
Enam tahun lalu Indonesia tembus final dan gagal angkat trofi lagi setelah kalah agregat 2-5 atas Singapura. Tapi gelar top skor kembali tersemat pada pemain Indonesia, yaitu Ilham Jayakesuma dengan tujuh gol. Tradisi pencetak gol terbanyak diteruskan Budi Sudarsono pada 2008. Saat itu Indonesia hanya menempati urutan tiga.
Kini, pemain naturalisasi Christian Gonzales diharapkan mampu meneruskan pendahulunya. Bomber Persib Bandung ini punya kans besar ditempatkan Alfred Riedl mengisi satu pos penyerang. Sisanya, tempat Bambang Pamungkas agaknya terancam karena hadirnya pemain naturalisasi lain, Irfan Bachdim, dan juga striker muda Yongki Aribowo.
Pelatih Malaysia K. Rajagol telah mewanti-wanti pemainnya untuk mewaspadai gempuran Indonesia, terlebih dengan dukungan penuh fans di Gelora Bung Karno. Pada jumpa pers di Hotel Hilton, kemarin, Rajagol mengaku bakal menggunakan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1.
Namun tuan rumah perlu mewaspadai kecepatan lawan yang didominasi pemain muda. Rajagol membawa sebagian besar pemainnya yang turun di Asian Games, hanya ada enam pemain senior atau diatas 24 tahun.
Apapun itu, kemenangan wajib ditoreh para punggawa Merah Putih di lapangan hijau. Seperti yang dikatakan manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla, ini merupakan laga pembuka yang sangat penting karena menentukan langkah selanjutnya.
Di atas kertas, Indonesia mampu mencuri tiga poin malam ini, apalagi mendapat dukungan penuh fansnya. Power seorang Gonzalez harus dimanfaatkan betul oleh Riedl. Umpan-umpan silang terukur setelah memanfaatkan lebar lapangan bakal memudahkan Gonzalez mencetak gol.
Bila lini tengah bisa mencuri inisiatif dan mendominasi pada 20 menit pertama, besar kemungkinan saat turun minum Indoneisa sudah unggul minimal satu gol. Dan akhirnya, cukup realistis menyebut Indonesia bisa menang dengan selisih paling tidak dua gol.

Sumber : http://bola.inilah.com/

Selasa, 07 Desember 2010

Daftar Pemain Indonesia di AFF Cup 2010

sumber BOLA.net – 01-12-2010 10:47

AFF Suzuki Cup 2010

Bola.net – Indonesia masuk dalam Grup A dalam putaran final AFF Suzuki Cup 2010. Indonesia segrup dengan Malaysia, Thailand dan Laos.
Indonesia telah mendaftarkan secara resmi 22 nama pemain serta 10 ofisial pada panitia penyelenggara AFF Suzuki Cup 2010.

Berikut daftar tim Indonesia (nama, posisi, tanggal lahir, nomor kostum):

Pemain:

1. Markus Horison Ririhina, Kiper, 14-3-1981, 1

2. Feri Rotinsulu, Kiper, 28-12-1982, 12

3. Kurnia Meiga, Kiper, 7-5-1990, 18

4. Mohammad Nasuha, Belakang, 15-9-1984, 2

5. Zulkifli Syukur, Belakang, 3-5-1984, 3

6. Maman Abdurachman, Belakang, 12-5-1982, 5

7. Beny Wahyudi, Belakang, 20-3-1986, 7

8. Muhamad Roby Belakang, 12-9-1985, 16

9. Muhammad Ridwan, Belakang, 8-7-1980, 22

10. Hamka Hamzah, Belakang, 29-1-1984, 23

11. Yesaya N Desnam, Belakang, 25-6-1985, 29

12. Tony Sucipto, Tengah, 12-2-1986, 6

13. Eka Ramdani, Tengah, 18-6-1984, 8

14. Oktovianus Maniani, Tengah, 27-10-1990, 10

15. Arif Suyono, Tengah, 3-1-1984, 14

16. Firman Utina, Tengah, 15-12-1981, 15

17. Ahmad Bustomi, Tengah, 13-7-1985, 19

18. Christian Gonzalez, Depan, 30-8-1975, 9

19. Johan Juansyah, Depan, 25-10-1988, 11

20. Irfan Haarys Bachdim, Depan, 11-8-1988, 17

21. Bambang Pamungkas, Depan, 10-6-1980, 20

22. Yongky Aribowo, Depan, 23-11-1989, 21.


Ofisial:

1. Alfred Riedl, Pelatih Kepala

2. Andi Darussalam Tabusala, Manajer Tim

3. Iwan Boedianto, Wakil Manajer Tim

4. Wolfgang Pikal, Asisten pelatih

5. Widodo C Putra, Asisten Pelatih

6. Eddy Harto, Pelatih Kiper

7. Aditya Wahyudi, Dokter tim

8. Zaini Kadhafi Saragih, Dokter tim

9. Matias Ibo, Fisioterapis

10. Muhamad Yanizar, Fisioterapis

11. Dedy Riswanto, Bagian Umum

12. Rezha Anggara, Media Officer. (ant/cax)

Senin, 06 Desember 2010

Kemenag Jamin Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik

JAKARTA (Suara Karya) Kementerian Agama (Kemenag) menjamin transparansi dan keterbukaan informasi publik. Hal ini terkait berbagai isu negatif yang sering disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Demikian dikemukakan Kepala Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan (Kapus Pinmas) Kemenag Masyhur! AM, di Jakarta, kemarin. "Kemenag selalu terbuka dan tak pernah menutup-nutupi informasi yang memang menjadi hak publik maupun pers, apa pun informasi yang tidak masuk dalam kategori yang dikecualikan langsung kita jawabsecara objektif, transparan dan apa adanya," ujarnya.

Meski demikian, Masy-huri menyesalkan adanya sejumlah isu yang memojokkan Kementerian Agama, padahal tak pernah terbukti. "Seperti tuduhan korupsi, penggunaan dana abadi umat (DAU) untuk membiayai DPR, ulama, dan wartawan untuk naik haji, dan sebagainya. Ini kan menyesatkan. Tapi kita sudah jalankan mekanisme sesuai aturan, dengan mengirimkan hak jawab ke media yang 1hilar menulis berita. Alhamdulillah sudah direspons dan jawaban dari kami sudah dimua," ujarnya.

Masyhuri mengimbau masyarakat agar jernih melihat persoalan dan tidak mudah terpancing isu yang tidak sesuai fakta. "Sebab, itu akan mengarah fitnah. Dan ini berbahaya bagi upaya membangun pemerintah yang baik dan akuntabel. Karena publik akan selalu mempersepsikan buruk akibat fitnah-fitnah yang tidak bertanggungjawab itu," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Masyhuri juga menyinggung soal kinerja Ke-menterian Agama. Menurut dia, Kemenag, terus berupaya memperbaiki citra dan kinerjanya di berbagai sektor. Antara lain, memantapkan reformasi birokrasi, pemberantasan KKN, memperbaiki pelayanan penyelenggaraan haji dengan menerapkan manajemen mutu berstandar internasional (ISO) setelah mendapat sertifikasi ISO.
Kinerja Kemenag

"Sejak dilantik Oktober tahun lalu, ada banyak hal yang dilakukan Menteri Agama Suryadharma Ali bersama Sekjen Bahrul Hayat dalam membangun kinerja Kemenag," ujarnya. Seperti peningkatan kualitas kehidupan beragama, kerukunan umat beragama, optimalisasi kualitas pendidikan agama, penyelenggaraan ibadah haji, dan penciptaan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Menurut dia, Kemenag juga terus menggenjot ki-nerja keuangan. Antara lain, tutur dia, menargetkan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) pada 2010. "Menteri Agama telah menginstruksikan semua jajaran bekerja keras mencapai itu," ujarnya.
Seperti diketahui, tahun ini, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri menjadi lembaga tercepat menyerahkan laporan keuangan ke Kementerian Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, Masyhuri mengatakan, Menteri Agama juga mendorong keras pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih di Kementerian Agama. "Saat inj, selain menciptakan tata kelola yang bersih, juga menerapkan sistem pencatatan daii keuangan yang lebih baik," katanya.
Masyhuri juga menyebutkan, pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Agama, tak hanya menyangkut pembaruan organisasi, tata kerja dan administrasi yang harus memenuhi prinsip-prinsip goodgovernance. Tapi, juga menyentuh perbaikan sikap mental dan budaya kerja.
"Menag dan Sekjen Kemenag selalu menekankan dalam pelaksanaan kinerja Kementerian Agama, agar kualitas intelektual dan emosional selalu ditingkatkan. Di mana tuntutan tertingginya adalah pelayanan yang bersifat profesional, cepat, transparan, akuntabel dan humanis harus dikedepankan, seiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin kritis," ujarnya.

Masyhuri menjelaskan, Kementerian Agama sangat berkepentingan mela-, kukan reformasi birokrasi untuk menumbuhkan budaya kerja yang berorientasi prestasi dan terus menerus bertekad memberantas korupsi.

"Sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dalam mengawal pembangunan moral dan karakter bangsa, Kemenag sangat peduli terhadap pembangunan tata kelola pemerintahan yang baik," ujar Masyhuri (Yudhiaimii

Sumber akses: http://bataviase.co.id/

Bendungan-bendungan tua mengepung Jakarta

Foto ; Google
Korban jiwa terakhir akibat ambrolnya bendungan Situ Gintung di Ciputat tercatat telah melewati angka 50. Musibah yang cukup dahsyat ini bahkan kabarnya hampir-hampir seperti tsunami kecil di pinggiran kota Jakarta. Derasnya air yang juga menghanyutkan ratusan rumah dan kendaraan roda empat warga mengejutkan kebanyakan warga sekitar yang saat dini hari ketika bendungan pecah sedang lelap dalam mimpinya masing-masing. Karena kondisi kontur tanah disekitar Situ Gintung yang tidak rata maka air menenggelamkan rumah wargapun beragam dari satu hingga tiga meter.

Situ Gintung, seperti juga beberapa situ yang yang terletak disekitar Jakarta kerap kali disangka oleh warga sekitar sebagai danau alami. Namun kenyataannya setelah kejadian musibah ini diketahu bahwa Situ Gintung adalah bendungan buatan Belanda yang pengerjaannya dimulai pada 1932 dan selesai 1933, artinya sampai dengan kemarin usianya adalah sekitar 76 tahun.

Kenapa ada benduangan di sekitar Jakarta, termasuk salah satunya Situ Gintung itu, adalah karena seperti kita saat ini sejak zaman Kolonial dulu ternyata banjir menjadi masalah yang kerap kali terjadi dan mendesak untuk ditangani. Dan Belanda yang terkenal ahli menangani air, membangun kanal-kanal yang akhirnya membuat Jakarta (Batavia) lebih nyaman

Dulu Batavia dan kanalnya dipuja puji di Eropa dengan berbagai julukan: Kota Surga Abadi; Kota Paling Nikmat di Hindia; Sang Ratu Timur. Banjir besar tercatat pada tahun-tahun 1671, 1699, 1711, 1714, dan 1854. Pada 1728 – 1778 dibangun sistem drainase dengan pintu air (kini sudah hilang) dan bendungan (Katulampa dan Empang) untuk mengendalikan air ke Batavia melalui kanal Kali Baru Timur dan Barat.

Namun ketika populasi meningkat, kanal menjadi sumber polusi dan malaria, Batavia pun mulai tak nyaman, dan mendapat julukan baru: Kuburan Belanda. Hingga akhirnya setelah menyerah dengan wabah yang menyerang Daendels merintis exodus ke Weltevreden (Departemen Keuangan, Lapangan Banteng) pada 1809. Kastil Batavia dan tembok kota dihancurkan untuk bahan bangunan istana baru. Akibatnya, daerah Kota pun bebas dihuni Indo, Cina, dan Mardijkers (budak-budak merdeka).

Pada 1845 dibangun kanal di Grogol, Kali Karang, Ciliwung dan Gunung Sahari. Beberapa area persawahan diubah menjadi situ, seperti Situ Gintung di Ciputat. Untuk penggelontoran air di musim kemarau, dibangun Banjir Kanal Barat dan Pintu Air Manggarai pada 1918 – 1922. [Batavia Nouveles]

Bendungan Katulampa, juga buatan Belanda
Bendungan satu ini sering disebut-sebut apalagi saat musim penghujan tiba. Menjadi patokan utama warga Jakarta terutama yang tinggal disekitar pinggir kali Ciliwung, dan tentunya penjaga pintu air Manggarai. Bila ketinggian air di Bendungan Katulampa sudah menyentuh angka 200cm maka, Jakarta sudah ketar-ketir.

Bila Situ Gintung dibangun sekitar tahun 1930an maka Bendungan Katulampa sudah ada lebih dahulu yakni sekitar tahun 1911 atau 19 tahun lebih tua. Seperti juga Situ Gintung sebenarnya  Katulampa diperuntukkan lebih sebagai sebagai fungsi irigasi daripada bendungan semata
Ada yang mengira Bendung Katulampa merupakan bendungan pengendali banjir sehingga kerap ada permintaan kepada petugas Pos Bendung Katulampa agar volume air Sungai Ciliwung yang mengalir ke Jakarta dikurangi.

Menurut Andi Sudirman, petugas yang sudah 17 tahun bertugas di Pos Bendung
Katulampa, permintaan itu jelas tidak pada tempatnya. Sebab Bendung Katulampa bukan bendungan pengendali banjir. Tapi fungsi utamanya adalah untuk mengatur air irigasi. Sedangkan untuk aliran sungai Ciliwung, petugas Pos Bendung Katulampa hanya sebatas  mengawasi. Jika terjadi kenaikan permukaan air sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, petugas melaporkannya ke Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane di Jakarta dan Jawa Barat. (Sinar Harapan,  Sabtu, 22 Januari 2005)

Bendungan dan masalah-masalahnya

Bendungan (atau bukan bendungan) tua seperti Situ Gintung dan Katulampa tentunya membutuhkan banyak dana untuk perawatan. Belum lagi akibat usia yang memang membuat fisik bangunan semakin lama bukannya semakin kokoh. Juga masalah dari alam itu sendiri yang tentu saja sedimentasi, atau pendangkalan, membuat kedalaman semakin berkurang dan akibatnya debit air yang dapat ditampung akan semakin sedikit.

Menurut Ir. M. Donny Azdan, MA, MS, PhD dan Candra R. Samekto, MSc dalam makalahnya "Kritisnya Kondisi Bendungan di Indonesia" : Untuk menangani bendungan yang telah ada, pertama-tama diperlukan penanganan yang cukup mendesak untuk mengembalikan kapasitas tampungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi bendungan itu sendiri. Pembilasan kembali waduk – waduk dengan tingkat sedimen tinggi bisa menjadi salah satu alternatif selain upaya pengerukan (dredging). Dalam hal ini perlu adanya perancangan desain terhadap low level outlet sehingga waktu pengurasan sedimen dapat dilakukan lebih cepat. Pengerukan kembali waduk – waduk yang memiliki tumpukan sedimen besar perlu disertai analisis mendalam terhadap dampak lingkungan hidup terkait dengan adanya kandungan contaminated sludge.

Selain itu, pemerintah perlu merevisi kembali manual prosedur operasi dan pemeliharaan dari bendungan yang ada di Indonesia, terutama yang memiliki tingkat resiko sedimen dan kerusakan tinggi. Dengan menerapkan sistem ini maka upaya yang dilaksanakan tidak hanya menyentuh sektor fisik semata, namun juga akan menyentuh sektor sosial yang turut menentukan dalam keberlangsungan fungsi bendungan kedepan.  

Sumber : http://abhicom2001.multiply.com/

Aniaya wartawan, Dandim karanganyar dicopot

http://reportasesolo.blogspot.com
Solo (Espos)–Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro langsung bertindak cepat dan tegas dengan mencopot jabatan Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno, Rabu (8/9).

Pencopotan mendadak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pengusutan kasus pemukulan yang bersangkutan kepada wartawan SOLOPOS, Triyono pertengahan pekan kemarin. Demikian ditegaskan Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel (Inf) Abdul Rahman Kadir di hadapan wartawan di Makorem, Rabu.

Untuk sementara waktu, jabatan Dandim Karanganyar akan dibebankan Danrem 074/Warastratama yang diwakili oleh Kasdim setempat. “Per hari ini memang ada perintah dari Pangdam agar Letkol (Inf) Lilik Sutikno tidak melakukan tugas dan tanggungjawab terhadap jabatannya. Hal itu berdasar surat perintah nomor 1375/IX/2010 tanggal 8 September 2010. Pertimbangan utama surat tersebut, yakni laporan kami yang menjelaskan bahwa benar Dandim Karanganyar telah melakukan pemukulan terhadap wartawan,” tegasnya.

Dia mengatakan, kendati keberadaan Dandim Karanganyar sudah dicopot dari jabatannya, namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya guna mengusut dan memproses yang bersangkutan di depan hukum. Untuk sementara, saat ini pihaknya masih memeriksa Letkol (Inf) Lilik Sutikno secara intensif.

“Dengan demikian, Kodam sudah ambil tindakan cepat dan tegas. Proses pemeriksaan masih berjalan dengan dibuktikan masih lanjutnya penanganan di Denpom. Secara umum, Letkol (Inf) Lilik Sutikno yang lulus Akmil tahun 1989 itu telah menjabat sebagai Dandim Karanganyar selama 2 tahun,” ulas dia.

Sebelumnnya, Komunitas wartawan di Soloraya mendesak pimpinan TNI AD segera mencopot jabatan Dandim Karanganyar, Letkol (Inf) Lilik Sutikno. Hal tersebut didasari pada tindakannya yang langsung main pukul terhadap wartawan SOLOPOS, Triyono hingga menyebabkan luka lebam di sebelah mata kiri.

Menurut pantauan Espos di lapangan, seratusan wartawan baik cetak ataupun elektronik mendatangi Makorem 074/Warastratama Solo pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, di antara mereka juga membentangkan spanduk berisi anti kekerasan terhadap wartawan. Di Makorem Solo, seratusan wartawan diterima dengan ramah oleh Danrem Solo. Di mana, antara Danrem dengan wartawan menggelar audiensi di aula Makorem setempat.

“Kami minta kepada pihak terkait untuk menuntaskan kasus kekerasan wartawan yang melanda teman kami Triyono (wartawan SOLOPOS). Untuk itu, kami berharap posisi Dandim Karanganyar saat ini segera dicopot,” terang Ketua PWI Solo, Budi Santosa di sela-sela audiensi berlangsung.

Pernyataan yang sama disampaikan perwakilan AJI Jakarta, Ulin. Peristiwa pemukulan seorang Dandim kepada wartawan sudah semestinya dibongkar secara tuntas. Di sisi lain, dirinya juga meminta agar TNI dapat mereformasi diri di tingkat internal.