Minggu, 28 November 2010

Bolehkah Bayi Mandi Air Dingin ?


"Kalau memang ia bisa beradaptasi, tak ada salahnya mandi air dingin. Tapi lihat-lihat juga kondisi si kecil. Bolehkah bayi mandi air dingin? Itu pertanyaan yang sering dilontarkan para ibu. Nah, menurut dr. Kishore, R.J, SpA, dari RSIA Hermina Podomoro Jakarta. "Boleh! Ibu tak perlu ragu karena tubuh bayi punya mekanisme tersendiri untuk melindungi kulitnya." Jadi, mau air hangat atau dingin, oke-oke saja, asalkan suhunya tak kelewat ekstrem. "Jangan kelewat panas, juga jangan kelewat dingin."
Yang jelas, lanjut Kishore, bayi baru lahir tak boleh dimandikan. "Di rumah sakit besar, bayi baru lahir tak dimandikan. Hanya dikeringkan dengan lap lalu badannya dibungkus kain agar hangat dan terlindung." Masalahnya, suhu di dalam kandungan sekitar 37 derajat Celcius. Nah, begitu lahir, ada perbedaan yang cukup banyak antara suhu tubuh bayi dengan suhu ruang yang berkisar 28-32 derajat Celcius. "Karena itulah bayi tak dimandikan hingga suhu badannya stabil dan bisa beradaptasi."
Mekanisme tubuh bayi, tutur Kishore, mampu melindungi tubuhnya sendiri dari udara dingin. Ia mempunyai lemak-lemak di kulitnya yang berfungsi melindungi tubuhnya dari udara dingin. Setelah tubuh bayi dikeringkan dan dibalut, biasanya bayi dimasukkan dalam inkubator selama beberapa jam atau dibungkus rapat dan diberi sinar lampu.

Semuanya ini tak lain untuk memperoleh suhu yang kira-kira sama seperti dalam kandungan. Selain itu, untuk mencegah agar bayi tak mengalami penurunan suhu yang drastis alias hipotermia yang bisa membuat bayi jadi biru, menggigil, kejang, sesak napas, pengkerutan otak, dan lainnya yang dapat mengganggu tumbuh kembang si bayi. "Kalau suhu badannya sudah stabil, biasanya setelah 12-24 jam, barulah bayi dimandikan."


SECARA BERTAHAP
Jadi, boleh-boleh saja bayi dimandikan dengan air dingin jika memang sudah beradaptasi dengan suhu/situasi lingkungan. "Tak ada kaitan dengan masalah usia." Untuk tahu apakah ia sudah bisa berdaptasi, gampang saja. Kalau ia tak menggigil, tak menangis, dan tidak biru kala dimandikan, artinya ia oke-oke saja. Tapi jika sebaliknya, "Lebih baik jangan dimandikan dengan air dingin."
Ada baiknya, untuk hari-hari pertama setelah pulang ke rumah, mandikan bayi dengan air hangat. Pilih waktu yang tepat. Tidak kepagian atau kelewat sore. Mandi pagi, misalnya jam 08.00 dan mandi sore pukul 16.00.
Selanjutnya, jika ingin bayi terbiasa mandi air dingin, lakukan secara bertahap. Misalnya, tambahkan air dinginnya sedikit demi sedikit, hingga akhirnya bayi bisa menyesuaikan diri dengan air dingin.
Yang penting, pesan Kishore, "Segera keringkan tubuh bayi setelah dimandikan dengan air dingin. Soalnya, saat itu terjadi proses transmisi dari suhu panas ke suhu dingin. Kalau suhu panas tubuhnya keluar dan berubah menjadi dingin, berarti si bayi memerlukan kalori lebih banyak. Inilah yang membuatnya jadi kedinginan dan bisa jatuh pada situasi hipotermia."


BISA KARENA BIASA
Begitulah, bisa-tidaknya bayi mandi air dingin, tergantung bagaimana ia beradaptasi. Bukan masalah usia. "Kalau memang belum bisa adaptasi, jangan dipaksa. Ini berlaku untuk bayi yang memiliki faktor bawaan alergi suhu. Bisa-bisa ia sakit atau pilek," terang Kishore.

Biasanya, lanjutnya, bayi-bayi yang lebih gemuk akan lebih mudah beradaptasi dengan suhu udara dibanding bayi yang kurus. Secara teoritis, bayi kurus tak memiliki banyak lapisan lemak. "Kalau secara praktis, sih, tergantung latihan dari situasi lingkungan. Misalnya, di daerah pedesaan, mungkin saja karena terbiasa, ia bisa tahan dengan air dingin."

Sebaliknya, ada bayi gemuk yang sudah terbiasa mandi air hangat langsung sakit atau kedinginan ketika dimandikan dengan air dingin. Jadi, tergantung masalah pembiasaan juga.


TAK ADA BATASAN PASTI
Berapa lama bayi dimandikan bila dengan air dingin, juga sangat tergantung pada perkiraan orang tua. "Tidak ada waktu yang pas. Yang jelas, jangan sampai dia kelewat lama di dalam air dan kedinginan," tegas Kishore. Sebetulnya, lanjut Kishore, tak masalah jika bayi ditaruh dalam bak mandi karena suhu air dalam bak relatif stabil. Tapi begitu anak diangkat dan kena udara, proses transmisi pun terjadi. Bayi akan teradaptasi dengan suhu ruang sehingga kalau tak bisa beradaptasi dengan baik, ia akan menggigil kedinginan. "Sebab itulah, setelah diangkat dari bak mandi harus segera dikeringkan dan dihangatkan."

Saat usianya bertambah, biasanya ia senang berlama-lama di bak mandi dan kadang orang tua kesulitan menyetopnya. "Perhatikan saja toleransinya. Terlalu lama juga tak baik karena bisa membuatnya sakit." Dengan kata lain, perhitungkan juga kondisi bayi.
(nakita)