Talenta 56 | Inspirasi Tanpa Batas

Kamis, 03 Februari 2011

Kantor Partai Berkuasa Dibakar, Tokoh Pro Ditangkap

VIVAnews - Mesir kembali dilanda gelombang demonstrasi besar di penjuru negeri. Namun, gelombang demonstrasi ini berujung pada kerusuhan dahsyat.

Stasiun televisi Al Jazeera mengungkapkan bahwa situasi mencekam terus berlangsung sejak siang hingga malam hari waktu setempat (Jumat tengah malam WIB). Di ibukota Mesir, Kairo, bunyi tembakan dan teriakan massa terdengar dan suasana kian ricuh setelah sempat tenang selama sholat magrib.
Bahkan, kantor pusat Partai Demokratik Nasional (NDP), partai yang berkuasa di Mesir, dibakar massa pada malam hari. Massa yang mengamuk juga membakar sebuah bus polisi.

Menurut laman Times of India, kantor Partai NDP di sejumlah kota juga dibakar maupun diserang massa. 

Kerusuhan juga melanda Kota Alexandria dan Suez. Massa berjibaku dengan polisi keamanan. Di Suez, tampak sebuah bus aparat keamanan dibakar massa.

Stasiun televisi pemerintah mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerapkan jam malam dari pukul 18 hingga pukul 7 pagi. Namun hingga Jumat malam, pihak keamanan susah payah menghentikan aksi anarkis massa.

Massa terus meneriakkan agar rezim Presiden Hosni Mubarak, yang telah berkuasa selama 30 tahun, agar segera turun dari kekuasaan. 

Tokoh pro-demokrasi Mesir, Mohamed ElBaradei, dikabarkan ditangkap di tengah demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak turun di Kairo, Jumat 28 Januari 2011. Pemerintah sebelumnya juga memutus sambungan internet dan telekomunikasi untuk mengantisipasi demonstrasi baru. Namun demonstrasi tidak terbendung.

Tokoh Pro-Demokrasi Mesir Ditangkap
VIVAnews - Tokoh pro-demokrasi Mesir, Mohamed ElBaradei, dikabarkan ditangkap di tengah demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak turun di Kairo, Jumat 28 Januari 2011.

Puluhan ribu massa tumpah di ibukota Mesir itu, usai salat Jumat. Massa ElBaradai yang berjanji akan menggelar demonstrasi damai dihajar pasukan keamanan dengan lemparan gas air mata dan tembakan peluru karet.

Laporan televisi Al Jazeera, seperti dikutip dari Arab Monitor, ratusan orang ditangkap dalam demonstrasi itu, termasuk tokoh-tokoh terkemuka Ihwanul Muslimin. Demonstrasi memuncak saat Elbaradei turut diamankan polisi.

Seperti dilansir dari laman Associated Press, pasukan keamanan juga memukuli para demonstran yang mendekat dengan tongkat. Demonstran juga harus berjuang menahan kencangnya semprotan meriam air.

Pasukan antiteror berpakaian tempur lengkap, dengan helm dan tameng, disiagakan di seluruh kota, termasuk di jembatan di atas sungai Nil dan persimpangan-persimpangan rawan lainnya.

Pasukan ini, dilansir dari laman CNN, sudah diturunkan di Kairo sebelum salat Jumat. Namun mereka sempat mengosongkan jalanan selama beberapa saat, sebelum akhirnya membentuk formasi.

Untuk mengatasi mobilisasi massa, pemerintah juga memblokir akses menuju jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Dua media sosial ini dianggap sebagai salah satu cara demonstran dalam mengumpulkan massa.

Demonstrasi besar yang berlangsung hari ini diperkirakan terbesar kedua di Mesir setelah 25 Januari lalu. Ditambah lagi dengan kepulangan Mohamed ElBaradei ke Kairo dan dukungan dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Mereka bersama berdemonstrasi menuntut mengakhiri rezim Presiden Hosni Mubarak yang telah 30 tahun berkuasa.

ElBaradei merupakan tokoh populer di Mesir karena dikenal sebagai peraih Nobel Perdamaian dan beroposisi dengan pemerintahan Mubarak. Sedangkan Ikhwanul Muslimin dikenal sebagai musuh nomor satu pemerintah, sehingga dinyatakan sebagai kelompok terlarang. (hs)

• VIVAnews